ANALISINDO : MEMPELAJARI MASALAH ENGINEERING LEBIH DALAM DAN DETAIL

5 Tips Dalam Memilih Lokasi Sampling Udara Ambient

5 Tips Dalam Memilih Lokasi Sampling Udara Ambient

apakah untuk memilih untuk sampling udara mudah atau susah



Sampling adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan suatu zat yang dianggap representatif atau mewakili populasi yang diukur. Sampling adalah suatu proses yang sangat penting, karena dengan adanya suatu sample maka suatu analisa terhadap keadaan suatu populasi dapat dilakukan.

Salah satu proses sampling yang perlu kita kenali adalah proses sampling udara. Seperti namanya proses sampling udara adalah sebuah proses pengambilan sample yang populasinya merupakan udara. Meskipun kegiatan sampling terlihat mudah pada proses sampling cairan dan padatan, namun berbeda halnya jika kita berbicara tentang proses sampling pada udara.

Bentuknya yang tidak terlihat dan selalu bergerak, membuatnya secara logika tentu menjadi sangat sulit untuk ditangkap. Tapi, berkat daya cipta manusia yang diberikan oleh ALLAH SWT, manusia akhirnya mampu menangkap udara dan bahkan menangkap pengotor spesifiknya melalui peralatan sampling udara salah satunya bernama Impinger Gas Sampler.

Oh iya, artikel ini tidak membahas SNI penentuan lokasi sampling udara secara copas. Namun lebih kepada aplikasi langsung dilapangan.




Nah dalam artikel ini, kita tidak akan membahas cara melalukan sampling udara ataupun tekniknya. Karena saya yakin hal-hal tersebut sudah dibahas pada banyak website lainnya. Tapi yang akan kita bahas adalah tentang tips bagaimana memilih lokasi sampling udara.

Tips Dalam Memilih Lokasi Sampling Udara Ambient


1 Lokasi Representatif Untuk Dilakukan Studi
Tips pertama dalam memilih lokasi sampling udara adalah, area sampling tersebut mewakili keseluruhan populasi udara yang ada pada area. Tidak seperti sample padatan yang dimana area samplingnya adalah tempat dimana padatan tersebut berkumpul. Sample udara harus diambil dimana udara bebas bertemu dengan udara pencemar akibat aktifitas industri tersebut.

Biasanya untuk sampling udara, titik yang digunakan adalah titik dimana kita akan menemukan tingkat pencemaran tertinggi. Maksudnya bukan pas keluarnya udara tersebut (kalau begitu mah kita samplingnya dekat knalpot atau diatas cerobong ya hahaha). Tapi artinya adalah daerah dimana polusi udara tertinggi berkumpul disana, dan yang jelas daerah tersebut adalah daerah dimana manusia biasa beraktifitas.


2 Lokasi Terbuka dan Tidak terlalu dekat dengan bangunan atau Pepohonan
Dalam proses sampling udara, kita juga harus menghindari terjadinya proses absorbsi atau adsorbsi kecuali kepada zat absorbent yang kita sediakan. Oleh karenanya, amat sangat disarankan untuk memilih area yang jauh dari gedung ataupun pepohonan. Karena polusi dapat menempel (adsorbsi) pada bangunan atau pepohonan dan membuat hasil sampling kita tidak valid.

3 Pastikan Area Sudah diisolasi
Tips selanjutnya dalam memilih lokasi sampling udara ambient adalah, kita harus memastikan area yang kita gunakan sudah diisolasi.

Maksudnya adalah, area tersebut sudah diberi tanda secara spesifik bahwa area tersebut sedang digunakan untuk melakukan pengambilan sample sehingga aktifitas produksi dari pabrik atau lainnya tidak akan mengganggu atau berlalu lalang diarea sampling kita.

Penting juga, untuk bersosialisasi beberapa hari sebelum diadakan pengambilan sample agar tercipta saling pengertian antara para pekerja atau orang sekitar dengan pihak pengambil sample.

Walaupun terdengar sepele, dilapangan hal ini selalu menjadi masalah yang terjadi berulang kali. Dan ini jika tidak ditangani dengan benar tentu akan membuat hasil sample yang kita tangkap menjadi tidak valid.

4 Lokasi Terhindar Dari Perubahan Suhu  dan Listrik Secara Drastis
Tips keempat dalam memilih lokasi sampling udara ambient adalah dengan memilih lokasi yang jauh dari area dengan perubahan suhu yang besar. Area-area seperti area drying dan oven, ataupun area boiler sebaiknya agak dijauhi. Karena area panas cenderung disukai oleh polusi sehingga bukannya udara tadi menjadi tertangkap, malah udara tersebut mendekati sumber panas (ingat, udara bergerak dari tempat yang dingin ke tempat yang suhunya lebih tinggi)


5 Lokasi berada pada dataran rendah atau pada permukaan normal
Tips ke-empat dari lokasi untuk sampling udara ambient adalah, dengan memilih area yang berada pada dataran rendah atau tempat dimana orang biasa berlalu lalang. Kenapa begitu?

Jawabannya adalah karena, pengertian dari udara ambient itu sendiri adalah udara sekitar kita yang sehari-hari kita hirup. Sehingga untuk mengambil sample udara jenis ini juga akan lebih tepat kalau kita mengambilnya pada ketinggian area dimana manusia (pada keadaan normal) beraktifitas.


Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana


Anggi Nurbana

About Anggi Nurbana

Penulis adalah seorang Ahli dalam bidang pembuatan installasi Water dan Waste Water Treatment. Saat ini penulis telah mendesain lebih dari 32 system water dan waste water treatment di Indonesia. Penulis juga aktif dalam forum internasional dalam topik water and waste water treatment. Penulis dapat dihubungi via email : [email protected]