ANALISINDO : MEMPELAJARI MASALAH ENGINEERING LEBIH DALAM DAN DETAIL

Standard Air Untuk Hemodialisa

Standard Air Untuk Hemodialisa


Selamat malam sobat Analisindo.com diseluruh Indonesia. Saya berharap sobat semua melihat artikel ini bukan karena sobat membutuhkan perawatan dengan Hemodialisa namun karena sobat sedang berupaya belajar ya :)

Kali ini kita akan membahas tentang Standar Air Yang digunakan dalam proses Hemodialisa atau lebih senang disingkat HD. Saya akan membahasnya dikarenakan saat ini sedang menangani proyek dibeberapa rumah sakit untuk instalasi water treatment untuk hemodialisa. Dan proyek ini cukup lucu menurut saya, sebab ternyata cukup banyak kontraktor yang menawarkan installasi water treatment mereka ini ternyata tidak mengerti tentang standar air yang menjadi target pengolahan water treatment. Weleh-weleh

Penting Sekali Paham Standar Air untuk HD

Sobat pasti paham, bahwa seseorang yang tengah diterapi cuci darah tentu adalah orang yang sedang mengalami masalah dengan organ ginjal mereka. Dimana ginjal mereka sudah tidak dapat berfungsi secara normal sehingga tidak dapat lagi menyaring racun ataupun kotoran yang terdapat pada makanan mereka.

Dalam hal ini, proses pencucian darah dimaksudkan untuk menyaring ataupun mengeluarkan kotoran yang menyangkut diginjal yang sedang rusak tersebut. Hal ini sama artinya dengan, kita harus memastikan bahwa air yang digunakan dalam proses cuci darah ini benar-benar steril dan bebas dari pengotor apapun. Sebab jika ada pengotor sedikut saja, maka artinya proses cuci darah ini sendiri merupakan proses bunuh diri perlahan bukannya proses penyembuhan (Saya Serius)

Maka dari itu, baik bagi para praktisi kontraktor pembuat installasi water treatment untuk hemodialisa ataupun untuk para pengguna/pemilik mesin HD ini sangat penting untuk mengetahui standar yang seharusnya digunakan dalam proses water treatment untuk HD ini. Jika tidak, maka artinya Anda memiliki Andil mencelakakan pasien (Serius Lagi )

Lihat Juga : 


Sejarah Air Digunakan Standar Air Pada Proses HD
Semuanya bermula ketika negara api menyerang awal tahun 1960, ketika proses pencucian darah itu sendiri diperkenalkan di Barat.

Ketika itu, awalnya digunakan beragam macam air tanpa treatment sama sekali kecuali desinfeksi. Air sumur, air PDAM bahkan air sungaipun digunakan. Namun setelah praktek HD selama beberapa tahun akhirnya ditemukanlah bahwa beberapa zat yang ada dalam air ternyata dapat mengganggu proses HD bahkan mencelakakan pasien. 

Maka dari itu, ketika di pertengahan dekade 1970 mulailah para ahli berkumpul untuk membahas standar untuk Air yang digunakan pada proses hemodialisa ini.

Para ahli yang bernaung dalam organisasi AAMI (Advancement of Medical Instrumentation), pada awalnya menyepakati bahwa air yang digunakan untuk proses Hemodialisa ini setidaknya harus sesuai dengan standar US Pharmacophea.

Dalam standar pertama tersebut disebutkan bahwa air yang digunakan untuk hemodialisa maximum memiliki 0,01 ppm logam berat. Dan dengan 1 Mega Ohm Resistivity.

Lalu setelah sekitar 10 tahun kemudian standar tersebut disempurkan oleh seorang ilmuwan kesehatan asal berdarah India bernama Keshaviah dengan menambahkan batas tertinggi cemaran mikrobiologi yang diterima.

Standar Mana Yang Digunakan di Indonesia?
Sejak kehadiran standar pertama yang dipelopori oleh AAMI. Mulailah bermunculan banyak standar lainnya dari asosiasi lainnya. Masing-masing asosiasi memiliki batasan yang berbeda mengenai air yang harus digunakan. Hal tersebut dikarenakan para ahli yang memiliki pengalaman yang berbeda dengan air yang digunakan dan efek dari para pasien mereka.

Setidaknya ada 4 standard yang diakui untuk air HD ini. ; AAMI Standar, Canadian Standard Association, United States Pharmacopoeia, dan Europian Pharmacopoeia.

Dan dari keempat standard tadi Indonesia mengadopsi standar yang pertama yakni dari AAMI.

Berikut adalah standarnya :



Nah Sudah terbaca semua kan tentang pertanyaan standar air untuk hemodialisa. Saya harap postingan saya kali ini dapat bermanfaat banyak untuk teman-teman semua wa bil khusus para praktisi kesehatan di rumah sakit. Agar tidak salah pilih kontraktor untuk mengerjakan proses water treatment untuk hemodialisisnya :)

Salam Hangat,


"Pakar Water Treatment Indonesia"

Anggi Nurbana

About Anggi Nurbana

Penulis adalah seorang Ahli dalam bidang pembuatan installasi Water dan Waste Water Treatment. Saat ini penulis telah mendesain lebih dari 32 system water dan waste water treatment di Indonesia. Penulis juga aktif dalam forum internasional dalam topik water and waste water treatment. Penulis dapat dihubungi via email : [email protected]