ANALISINDO : MEMPELAJARI MASALAH ENGINEERING LEBIH DALAM DAN DETAIL

10 Langkah atau Cara Mendesain Lantai TPS B3

Langkah Dan Cara Mendesain Lantai TPS B3

bagaimana cara cepat untuk mendesain TPS

Selamat pagi sobat analisindo.com sekalian. Alhamdulillah kali ini web ini bisa update kembali. Karena sebelumnya saya lupa kalau saya punya web ini juga hahaha. Saya kira cuma olah-air.com doang.

Kali ini di web ini akan kita bahas cukup banyak judul tentang TPS B3. Kenapa TPS B3? Sebab kebetulan saat ini lagi cukup rame nih proyek TPS B3 yang sedang saya garap, jadi kalau saya share tulisannya masih anget nempel dikepala.

Oh iya, kalau ditemukan bahasa dipostingan ini kurang mengenakan dalam dibaca (terlalu memaksakan kata cara dan langkah), mohon dimaafkan ya. Hal ini dilakukan semata-mata untuk membuat postingan ini mudah di Index oleh google dengan kata kunci "Cara Mendesain Lantai TPS B3" hehehe

Kita akan bahas TPS B3 secara general, dan kita juga akan bahas persectionnya. Persection maksudnya dari segi setiap fasilitas yang ada di TPS B3. Dari mulai penempatan APAR, Loker, Wadah B3 dan lainnya hingga cara penggunaan akses.

Dan pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang cara mendesain lantai TPS B3. Saya akan coba bahas ini dengan bahasa yang sesimple mungkin, namun dengan tetap mengacu pada inti. Baiklah, siapkan kopi hangat dan cemilan ya karena kita akan mulai pembahasannya.

Langkah / Cara Mendesai Lantai TPS B3


1. Tentukan Lokasi TPS B3 Berada

Oke Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum mendesain lantai TPS B3 adalah melihat dulu dimana sih sebenarnya area yang dipersiapkan untuk TPS B3 Anda.

Ini penting sekali, sebab nanti akan berhubungan dengan banyak hal, seperti akses masuk dan keluar, gangguan kerja, pembuatan drain/saluran got tps b3 dan hal lainnya.

Beberapa hal yang harus anda pastikan ketika melihat lokasi calon TPS B3 Anda berada nanti adalah :
a. Pastikan berada di tanah datar (minimal proses pengurugan dan perataan tidak sulit)
b. Kedalaman muka air tanah diatas 1 meter
c. Akses jalan menuju TPS B3 mudah
d. Steril dari badan air dan warga sekitar 50-100 m
e. Area tidak memiliki riwayat bencana yang buruk (Banjir, Longsor, Dsb)
f. Area yang mudah dipantau oleh Security

pastikan lokasinya sesuai dengan kriteria diatas. Untuk penjabaran alasannya kita akan bahas di postingan selanjutnya nya tentang cara menentukan lokasi TPS B3.


2. Hitung Volume Limbah Harian VS Waktu Tinggal Limbah B3

Langkah atau cara kedua dalam mendesain lantai TPS B3 adalah dengan memperhatikan volume limbah harian dibandingkan dengan waktu tinggal limbah b3. Waktu tinggal limbah b3, secara mudah adalah "Waktu lamanya limbah B3 ditempatkan di TPS hingga mau diangkut oleh Transporter Limbah B3"


Perbandingan dan perhitungan ini sangat penting, sebagai cara untuk mendesain luas lantai TPS B3 yang akan kita buat. Semakin lama waktu tinggal limbah B3 dalam tps maka tentu semakin besar pula luas lantai yang diperlukan.

Contoh Perhitunganya adalah seperti ini :
PT. Oke Banget menghasilkan limbah sebanyak 200 kg perhari. Limbah tersebut disimpan dalam wadah drum plastik yang diberi label. Dalam agreement, transporter baru akan mengambil limbah b3 tersebut jika sudah sebanyak 4 Ton. Berapakah kira2 luas lantai yang harus dimiliki minimal untuk bisa menampung limbah tersebut. (Faktor lain belum dihitung)

Jawaban :
4 ton adalah 4000 Kg. Yang berarti 4000/200 maka akan dihasilkan 20 hari tampungan. Jika kita konversikan ke dalam luasan lahan maka. 560 mm x 20 x 1,3 (Faktor Safety). Maka hasilnya adalah 15.6 m2.

Baca Juga : Menggunakan Visual Inspection Sebagai Teknik NDT

3. Buat Saluran penampung di Area B3 Basah
Langkah atau cara mendesain lantai TPS B3 selanjutnya adalah dengan memperhitungkan juga area yang akan digunakan untuk saluran.
Saluran biasanya dibuat dipinggir dan sekeliling area Limbah B3 basah. Tujuannya tentu saja adalah  untuk menangkapn dan mengalirkan limbah cair yang datang sehingga tidak mengkontaminasi lingkungan.

Ukuran selokan lokal cukup bervariasi dari mulai lebar 20 cm hingga 50 cm. Hal ini tentu akan berpengaruh pada ukuran lantai TPS B3. Misal ukuran panjang sudah 10 meter x 7 meter. Maka nanti perlu ditambahkan minimal 20 cm. sehingga menjadi 10,2x7,2 meter. (Begitu kira-kira, aktualisasi dilapangan bisa lebih kompleks).

4. Jangan lupa setting kemiringan lantai
Lantai TPS B3 juga harus disetting dengan kemiringan tertentu. Kalau di petunjuk teknis disebutkan harus memiliki kemiringan 1 derajat. Dan 1 derajat ini harus mengarah pada saluran tumpahan limbah b3.

Dilapangan, kemiringan ini bisa ditambahkan. namun tetap dalam batas aman dimana wadah limbah b3 tidak mudah tergeser akibat adanya gaya gravitasi.

Baca Juga : Jenis-Jenis Proses Water Treatment

5. Ada bahan kimia korrosif? Gunakan lantai dengan lapisan khusus
Langkah kelima dalam mendesain lantai TPS B3 adalah, kita harus memperhatikan sifat dari limbah b3 yang akan kita simpan.

Untuk limbah B3 yang memiliki sifat korrosif, baiknya kita melapisi lantai dengan cat khusus anti korosi. Bisa juga dengan proses linning (Tapi agak mahal). Tujuannya adalah, tentu saja untuk mengamankan lantai TPS dari tumpahan berbahaya sehingga tumpahan tersebut tidak merusak lantai dan meresap ke dalam tanah. (Untuk pilihan pengecatannya, akan direkomendasikan nanti ya)

Lihat Juga : Indonesia Best Water Treatment Company

6. Perhatikan Ergonomi Pekerja/Operator
Langkah atau cara ke-enam untuk mendesain Lantai TPS B3 adalah dengan memperhatikan ergonomi pekerja yang bekerja di TPS. Karena tanpa perhitungan Ergomi yang baik, nantinya TPS hanya bisa simpan ga bisa ambil atau bisa simpan pas ambil susah.

Perhatikan letak antara wadah, berikan space gerak atau maintenance minimal 30 cm (rekomendasi 60 cm). Perhatikan juga tempat berjalan operator ketika membawa limbah b3 ataupun tidak, jangan sampai si operator kesulitan berjalan menyusuri lorong dikarenakan sangat kecilnya lorong tempat limbah b3 disimpan.

Lihat Juga : 7 Poin Penting dalam Mendesain STP

7. Ada Kendaraan masuk TPS? hitung manuvernya!
Cara atau langkah selanjutnya dalam mendesain TPS B3 adalah dengan turut memperhitungkan manuver dari kendaraan yang masuk.

Hitung lebar dan panjang kendaraan, lalu simulasikan kalau kendaraan tersebut bergerak maju, mundur, ataupun memutar ketika berupaya mengambil pallet.

Dalam perhitungan nanti berikan juga faktor safety untuk allowance gerakan sekitar 0,2-0,3.

bagaimana cara mendesain atau merancang lantai TPS B3


8. Beri batas yang jelas antar area Limbah B3
Cara ke delapan dalam mendesain lantai tps b3 adalah dengan memberikan batas yang jelas antar area wadah limbah b3.
Pisahkan antara limbah b3 yang mudah meledak dengan limbah oxidizing. Pisahkan juga limbah b3 kering dengan limbah b3 basah. Pisahkan juga posisi limbah scrap dengan limbah cair.
Proses pemisahan bisa dilakukan dengan pengecatan di lantai atau bisa juga dengan membuat batas tembok bawah dengan batu bata.

Lihat Juga : 8 Komponen Penting Pengisi PID

9. Berikan Bumper Sign jika perlu
Bumper diberikan pada area yang dekat dengan tembok atau area kritis. Hal ini untuk menjaga dan mengingatkan operator forklift akan jarak kendaraanya dengan tembok ataupun benda lainnya.

Bumper sebaiknya dicat terang ; misal warna orange atau hijau stabilo untuk proses memudahkan identifikasi.



10. Terakhir, jangan lupa buat dokumentasinya
Oh iya langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan dalam cara mendesain lantai TPS B3 ini adalah harus membuat dokumentasinya.

Buatlah dokumentasi rancangan tata letak fasilitas TPS B3 dengan skala yang benar dan sesuai. Buat pula narasi dari tata letak tersebut untuk proses pembacaan lay out.

Itulah dia 10 Cara dan Langkah Mendesain Lantai TPS B3. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca www.analisindo.com sekalian.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana

Anggi Nurbana

About Anggi Nurbana

Penulis adalah seorang Ahli dalam bidang pembuatan installasi Water dan Waste Water Treatment. Saat ini penulis telah mendesain lebih dari 32 system water dan waste water treatment di Indonesia. Penulis juga aktif dalam forum internasional dalam topik water and waste water treatment. Penulis dapat dihubungi via email : [email protected]