ANALISINDO : MEMPELAJARI MASALAH ENGINEERING LEBIH DALAM DAN DETAIL

7 Langkah Dalam Mendesain Lantai Laboratorium Kimia

7 Langkah Dalam Mendesain Lantai Laboratorium Kimia

Cara mendesain lantai laboratorium kimia yang baik

Lantai yang kokoh, kuat, datar dan clear adalah lantai yang diperlukan dalam memudahkan para analis untuk dapat bekerja dalam laboratorium kimia secara baik, benar dan aman. Dan dalam postingan kali ini om Indo akan berbagi tentang langkah-langkah dalam mendesain atau merancang lantai untuk sebuah laboratorium kimia. 

Apa saja yang harus dilakukan dan runtutuan langkah demi langkah yang bisa diambil dalam merancang lantai laboratorium kimia yang baik? Mari kita simak dalam tulisan dibawah ini. 

#1 Kumpulkan Semua Data Terkait Laboratorium 

Langkah pertama dalam merancang lantai laboratorium kimia adalah dengan mengumpulkan data-data terkait. Data tersebut antara lain : 

- Jenis Laboratorium Kimia 

- Jumlah Analis yang bekerja dalam laboratorium 

- Waktu atau jam kerja analis dalam laboratorium 

- Isi laboratorium (Bahan kimia, peralatan, furniture) 

- Tata letak yang telah disetujui 

- Bobot Barang Yang melewati atau diletakan di Laboratorium kimia 

- Dsb. 

Pengumpulan data ini penting sekali untuk menentukan desain lantai yang tepat bagi laboratorium kimia. Sehingga diletakan sebagai langkah pertama dalam mendesain laboratorium. 

#2 Bahan Dasar lantai 

Setelah melihat semua factor yang mempengaruhi sebelumnya, maka kita di langkah kedua ini harus menentukan bahan dasar lantai. 

Untuk laboratorium uji yang penuh dengan peralatan dan furniture yang berat, serta nanti akan ada peletakan beberapa equipment atau fasilitas tambahan yang berat, maka disarankan menggunakan lantai beton sebagai dasarnya. 

Untuk lantai laboratorium kimia yang direncakan akan disi oleh barang-barang berat namun masih sekitar 100 kg ke bawah, maka bisa dengan bahan dasar plesteran halus campuran semen dan pasir atau yang biasa disebut dengan tegel. 


#3 Pastikan ada saluran drain 

Untuk laboratorium kimia, sangat disarankan untuk memiliki saluran drain di lantainya. Hal ini untuk memudahkan pembersihan lantai ketika ada pereaksi atau bahan kimia yang jatuh. Tapi tetap ingat untuk menghubungkan saluran drainnya dengan jalur penampung limbah B3. 

#4 Pilih Lapisan teratas berdasarkan kebutuhan 

Langkah ke-empat dalam mendesain lantai suatu laboratoium kimia adalah dengan memilih lapisan teratas sesuai dengan kebutuhan. 

Jika sekiranya dalam laboratorium akan banyak analisa yang melibatkan bahan kimia yang korosif, maka sebaiknya lapisan paling atas menggunakan bahan epoxy poly urethane. Tapi jika sekiranya bahan kimia yang digunakan tidak corrosive karena konsentrasinya encer, maka bisa menggunakan keramik saja. 


#5 Berikan marking untuk area lantai khusus 

Langkah Kelima dalam mendesain suatu lantai laboratorium kimia adalah dengan memberikan marking atau penandaan pada daerah-daerah tertentu atau daerah yang direncanakan untuk fasilitas tertentu. 

Beberapa penandaan yang biasa diberikan dilantai laboratorium : 

- Penandaan Area Berbahaya Hazardous Area 

- Penandaan Area APAR 

- Penandaan Area untuk dikosongkan (Fasilitas tambahan masa depan) 

- Penandaan Area dengan ketinggian yang berbeda 

- Penandaan area drain 

Marking juga bisa dilakukan sesuai dengan ide dari investor atau para pihak yang mengisi laboratorium nantinya. Selama tidak bertentangan dengan kaidah display dalam ilmu ergonomi dan keselamatan kerja laboratorium maka semuanya sah-sah saja. 



#6 Pastikan Lantai Datar 

Langkah keenam dalam mendesain lantai laboratorium, adalah dengan memastikan lantai datar tidak miring secara drastic ke arah tertentu. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat terpeleset ataupun barang yang bergerak akibat energi kinetic. 



#7 Minimalisasi Getaran di Lantai 

Langkah ke tujuh dalam mendesain lantai di laboratorium kimia adalah dengan memastikan lantai minim dari objek yang menimbulkan getaran. 

Dalam laboratorium, kejadian tersandung dapat mengakibatkan kegagalan suatu analisa dan bahkan bahaya yang tinggi. Objek-objek yang menimbulkan getaran dilantai harus diminimalisir. Lantai dari keramik yang berukuran kecil dapat berpotensi memberikan getaran ketika trolley lab didorong dan bisa membuat bahan kimia terciprat. Oleh karenanya kontraktor yang bekerja untuk membuat lantai lab harus bisa meminimalisasinya dan mengkomunikasikan hal tersebut pada investor yang membuat lab. 

Komunikasi hal ini penting agar jangan sampai tema atau desain yang direncanakan oleh investor bertabrakan dengan kaidah keselamatan kerja di laboratorium khususnya dalam bagian perancangan lantain. 


Itu dia 7 Langkah dalam mendesain lantai laboratorium kimia. Mudah-mudahan dapat menjadi masukan yang cukup baik bagi para praktisi laboratorium, analis, apoteker dan semua pihak yang menggunakan laboratorium kimia.

Salam Analisindo



Anggi Nurbana

About Anggi Nurbana

Penulis adalah seorang Ahli dalam bidang pembuatan installasi Water dan Waste Water Treatment. Saat ini penulis telah mendesain lebih dari 32 system water dan waste water treatment di Indonesia. Penulis juga aktif dalam forum internasional dalam topik water and waste water treatment. Penulis dapat dihubungi via email : [email protected]